Rabu, 25 Juli 2012

Stok Beras Aman hingga Delapan Bulan Mendatang

SORONG (Suara Karya): Kepala Sub Divre Bulog Sorong, Drs Junaedi Jamila mengatakan, warga Sorong Raya, Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Tambrauw dan Raja Ampat di Papua Barat, jangan khawatir dengan stok beras yang ada, karena beras Bulog di daerah ini melimpah. Stok beras aman sampai delapan bulan mendatang.
Lebih lanjut Junaedi merinci, stok beras Bulog di Sorong Raya untuk delapan bulan ke depan masih melampaui konsumsi masyarakat akan bahan makanan ini. Lalu stok beras Bulog di gudang Kota Sorong hingga kemarin sebesar 8.212 ton dan baru masuk lagi 3 ribu ton, jauh dari konsumsi warga daerah ini per bulan yang hanya 1.500 ton.
Khusus untuk Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Maybrat, konsumsi beras bulog dipasok dari Kantor Bulog Teminabuan.
Tapi khusus konsumsi beras Bulog di wilayah kerja Sub Divre Sorong, untuk golongan Raskin tercatat Kota Sorong 1.971 ton, Kabupaten Sorong dan Kabupaten Tambrauw 1.115 ton dan Kabupaten Raja Ampat 609 ton dan baru saja ditambah lagi 500 ton.Junaedi Jamilla kepada wartawan di Sorong, kemarin menjelaskan, harga beras Bulog di pasaran setempat Rp 7.500/kg. sedangkan untuk harga beras raskin Rp 1.600/kg.
Ia menambakan, penyaluran beras Bulog dilakukan dari gudang Bulog hanya sampai ke ibu kota distrik (kecamatan ). Sedangkan dari ibu kota distrik ke kampung-kampung (warga penerima ) bukan kewenangan Bulog lagi.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga beras khusus Bulog pada Ramadhan, dalam waktu dekan diadakan operasi pasar. "Pihak Bulog akan bekerjasama dengan Pemda setempat dalam urusan operasi pasar tersebut," kata Junaedi.
Menyangkut transportasi raskin dari ibu kota distrik sampai di warga penerima, selama ini menjadi kendala utama bagi warga daerah ini. Karena itu, saat ini Pemerintah Kabupaten Sorong, mulai mendukung masalah tranportasi raskin tersebut.
Kepala Humas Kabupaten Sorong Marthen Nebore M.Si, mengatakan, untuk transportasi Raskin ke kampung-kampung pelosok kabupaten ini tak masalah.
"Kami bekerjasama dengan Bulog Sorong. Jadi dari gudang Bulog hingga ibu kota distrik urusan Bulog Sub Divre Sorong. Sedangkan dari ibu kota distrik hingga ke kampung-kampung pelosok, transportasinya ditanggung oleh Pemda Kabupaten Sorong," kata Nebore, kepada pers di Aimas,ibu kota Kabupaten Sorong, kemarin.
Ia meyakinkan, menghadapi puasa Ramadhan dan hari-hari besar keagamaan lainnya, Raskin di Kabupaten Sorong lancar sampai ke warga penerima. Ia selalu berupaya agar raskin sampai ke kampung-kampung pedalaman dengan lancar dan harganya tetap Rp 1.600/kg. (Yacob Nauly)

Senin, 25 Juni 2012

Ada 4 Jenis Penyu di Abun Tambrauw

Manokwari, lenterapapuabarat.com (19/06/2012) – Tujuh jenis penyu yang masih hidup di dunia, empat diantaranya berada di Kepala Burung Papua Barat, tepatnya di perairan Kabupaten Tambrauw. Keberadaan penyu ini mendapat perhatian dari segi konservasi karena terancam.

Creusa Hitipeuw,Marine Species Conservation WWF-Indonesia, kepada wartawan, menyatakan, kehadiran 4 jenis penyu di Abun, Tambrauw ini merupakan keragaman hayati di Bentang Kepala Burung Papua. Di daerah atau negara lain, hanya bisa ditemukan 1-2 jenis penyu saja.

Adapun keempat jenis penyu yang ada di Abun, yakni Penyu Belimbing yang populasinya diperkirakan mencapai 4.000 ekor, Penyu Lekang 500 ekor, Penyu Hijau 200 ekor, dan Penyu Ssik 500 ekor. Penyu di Abun ini dapat berimigrasi hingga sampai di Canada, Amerika,Selandia Baru, Kepulauan Salomon dan Papua New Guinea.

Khususnya Penyu Belimbing merupakan salah satu reptil terbesar di dunia dan keberadaannya sudah sangat terancam sehingga masuk dalam daftar CITES sebagai hewan yang hampir punah jika tidak dilindungi. Pantai Jamursba medi dan Warmon di Kepala Burung Papua, Kabupaten Tambrauw merupakan tempat peneluran terbesar di Pasifik. “Keberadaan LSM konservasi seperti WWF Indonesia telah mengubah kesadaran masyarakat tentang pentingnya penyu ini,” ujar Creusa.

Namun demikian faktor ekonomi menyangkut kesejahteraan masyarakat lokal menjadi alasan utama seringkali timbulnya permasalahan antara masayarakat pemilik hak ulayat dengan pihak LSM konservasi itu sendiri. Ancaman terhadap penyu bervariasi terutama yang dilakukan oleh manusia, baik langsung maupun tidak langsung. Penyu dewasa dan juvenil sering tertangkap oleh jaring/pukat dan long line. Ancaman terhadap telur dan penetasannya, degradasi dan hilangnya habitat peneluran dan ancaman oleh polusi di air laut.

Dikatakan, tantangan yang terbesar dan paling kompleks dalam kegiatan konservasi penyu adalah merubah perilaku atau kebiasaan dari masyarakat pesisir lokal. Ancaman lainnya, pembuatan talud di pesisir pantai.[LTR-03]

Senin, 05 Desember 2011

Kabupaten Tambrauw Juara Kedua Festival Budaya

Penulis : Martinus Solo SORONG--MICOM: Kontingen Kabupaten Tambrauw,Papua Barat meraih juara kedua sebagai stand budaya terbaik dari peserta festival budaya yang di ikuti peserta dari seluruh Indonesia. Prestasi tersebut merupakan hal yang membanggakan bagi kabupaten baru, pemekaran dari Kabupaten Sorong itu. Ben, salah seorang peserta mengatakan, pihaknya meraih juara dua dari 40 peserta stand budaya yang berasal dari seluruh Indonesia," jelasnya, Senin,(5/11) Festival budaya itu diselenggarakan di Batam, Kepri, 25 November-28 November lalu. Hal itu menunjukkan bahwa Kabupaten Tambrauw memiliki budaya yang baik dan patut dibanggakan. (OL-11)

Kamis, 11 Agustus 2011

politik pilkada

KPU Tambrauw Putuskan Gabriel Pemenang Pemilukada SORONG – KPU Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat menetapkan pasangan Gabriel Asem-Johanis Yembra sebagai pemenang pada pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) Tambrauw. Kepastian kemenangan pasangan nomor urut 3 itu diputuskan dalam rapat pleno KPU Tambrauw di Sausapor. Anggota KPU Kabupaten Tambrauw Divisi Teknis Pemilu dan Hubungan Partisipasi Masyarakat Erens Syufi yang ditemui Radar Sorong (JPNN Group) di Kantor Perwakilan Sekretariat KPU Tambrauw Minggu (7/8) mengungkapkan, sesuai hasil pleno rekapitulasi perolehan suara dimana pasangan nomor urut 1 atas nama Jimmy Demianus Idjie-Regina Yekwam memperoleh jumlah suara sah sebanyak 194 suara dengan prosentase 1,45 persen. Sedangkan pasangan nomor urut 2, Manase Paa-Paskalis Baru, memperoleh jumlah suara sah sebanyak 4.577 dengan prorsentase 34,17 persen. Kemudian pasangan nomor urut 3, Gabriel Asem-Johanis Yembra memperoleh jumlah suara sah sebanyak 6.153 dengan prosentase 45,93 persen. Pasangan nomor urut 4 atas nama Gerson Jitmau-Anton Titit memperoleh jumlah suara sah sebanyak 2472 dengan prosentase 18,45 persen. “Itu hasil rapat pleno rekapitukasi perhitungan suara. Mekanismenya setelah 3 hari KPU melakukan penetapan hasil Pemilukada Kabupaten Tambrauw, kemudian akan diserahkan kepada DPRD Kabupaten Tambrauw untuk ditindaklanjuti,”ungkap Erens Syufi seraya mengatakan dalam rapat pleno terbuka itu tidak dihadiri satu pasangan kandidat yakni pasangan Jimmy Demianus Idjie- Regina Yekwam. Rapat pleno itu juga dihadiri Penjabat Bupati Kabupaten Tambrauw, Simon Amallo, Ketua DPRD Kabupaten Tambrauw, Kapolres Sorong, Dandim, Panwas Pemilukada Kabupaten Tambrauw, para pimpinan SKPD, serata pasangan kandidat bupati- wakil bupati Tambrauw beserta tim suksesnya masing- masing. Dikesempatan tersebut, pasangan kandidat Menase Paa- Paskalis Baru mengajukan keberatan terkait dengan perbedaan perhitungan suara pada Distrik Mubrani dan beberapa keberatan lainnya yang telah dituangkan dalam formulir keberatan. Namun sesuai dengan mekanisme , jika ada pasangan kandidat yang merasa keberatan dengan hasil rapat pleno perolehan suara Pemilukada, maka KPU menganjurkan agar melayangkan keberatan atau melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). “Jadi dalam rapat itu hasil Pemilukada dari 11 distrik di Kabupaten Tambrauw, memang distrik Morait tidak ikut. Tapi mereka hadir dalam rapat pleno untuk menyampaikan hasil ketidakikut sertaan mereka dalam Pemilukada di Kabupaten Tambrauw,”tandas Erens Syufi mewakili Ketua KPU Tambrauw Petrus Henri Irianto, SH MH yang kemarin bertolak ke Manokwari. Sebelum KPU Tambrauw menggelar pleno rekapitulasi perolehan suara, Ketua Tim Nasional pasangan Gebi-Anis, Dicky Loupatty didampingi Ketua Tim Pengendali Pemenangan pasangan Gebi-Anis, Yakobus Sedik telah mewartakan kepada media kalau pihaknya yakin memenangkan Pemilukada Tambrauw dengan satu putaran. Setelah KPU melaksanakan rekapitulasi perolehan suara, ini berarti pasangan Gebi-Anis tinggal menunggu ditetapkan sebagai calon terpilih bupati-wakil bupati Kabupaten Tambrauw periode 2011-2016. (boy/awa/jpnn)

Rabu, 20 Juli 2011

Masyarakat Tambrauw butuh kapal Pelni

SAUSAPOR, Papua Barat: Masyarakat Tambrauw, Provinsi Papua Barat, menginginkan kapal penumpang milik PT Pelni menyinggahi Sausapor, ibu kota Kabupaten Tambrauw guna menunjang aktivitas sosial ekonomi penduduk di daerah itu. Ketua DPRD Kabupaten Tambrauw Petrus Yewen, dalam perbincangan hari ini mengatakan masyarakat sudah berulang kali menyampaikan aspirasi kepada DPRD, meminta pemerintah pusat membangun pelabuhan sandar agar bisa disinggahi kapal penumpang milik Pelni. Kapal penumpang milik Pelni telah lama membuka jalur Sorong-Manokwari-Biak-Jayapura, namun tidak menyinggahi Pelabuhan Sausapor karena tidak memenuhi syarat. Selama ini, Sausapor disinggahi kapal perintis seperti KM Papua maupun beberapa kapal milik swasta seminggu sekali dari Manokwari ke Sorong dan sebaliknya. Tetapi kata dia, dengan peningkatan status Tambrauw menjadi kabupaten, maka aspirasi masyarakat bisa diwujudkan dengan usul kepada pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kementerian Perhubungan untuk menyetujui pembangunan Pelabuhan Sausapor agar bisa disinggahi kapal-kapal penumpang seperti KM Ngapulu, Dobonsolo dan Labobar. Yewen meminta masyarakat bersabar mengikuti Pilkada Kabupaten Tambrauw yang direncanakan 27 Juli mendatang, sehingga status kabupaten ini ditingkatkan menjadi kabupaten definitif dan impian masyarakat soal kapal Pelni bisa terwujud dengan penyedian fasilitas pelabuhan laut. (mw)